Sabtu, 11 Juli 2009
Kereta Api
MANAJEMEN ANGKUTAN KERETA API
A. Sejarah Perkembangan Kereta Api
Kereta api mulai diciptakan pada waktu terjadi revolusi industri pada abad ke-18 karena mampu mengangkut barang dalam rangkaian gerbong yang panjang dalam jumlah yang banyak. Karena keunggulan dari kereta api, maka kereta api mulai mengalami perkembangan yang meningkat. Pada tahun 1803, Trecithic (Inggris) berhasil membuat kereta uap dan tahun 1829 Stevenson memperkenalkan lokomotif. Lokomotif mampu menggerakkan 30 gerbong barang dan kereta penumpang dengan kecepatan 12 mil per jam pada waktu itu. Pada tahun 1974 digunakan kereta api listrik dan diesel karena lebih sederhana dalam penggunaan dan perawatanya deibandingkan dengan lokomotif uap. Sumbangan kereta api dalam memperlancar kegitan mobilitas masyarakat hingga saat ini sangat besar, dan tidak dapat dipisahkan dengan laju pembangunan suatu negara.
B. Pengusahaan Angkutan Kereta api
Kereta api mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan moda transportasi yang lainnya, yaitu :
1. Mampu mengangkut muatan dalam jumlah yang besar.
2. Mampu menempuh jarak yang jauh, sehingga semakin jauh jarak yang ditempuh, maka akan semakin efisien.
3. Jadwal perjalanan dengan frekuensi yang tinggi dapat dilaksanakan.
4. Jarang sekali terjadi kongesti karena semua fasilitas dimiliki oleh satu perusahaan sehingga penyediaan jasa lebih terjamin kelancarannya.
5. Dapat memberikan tingkat pelayanan yang lebih baik.
6. Pelayanan jasa transportasi bersifat komplementer terhadap jasa angkutan darat yang lain.
Sistem pengangkutan kereta api meliputi atas alat angkut, yaitu lokomotif, kereta penumpang, gerbong barang dan gerbong peti kemas. Jalan, yaitu meliputi rel, bantalan, jembatan, signals, navigasi, telekomunikasi, ruang kontrol, dan palang pintu. Stasiun, yaitu terminal, gudang, dan depo.
Jasa angkutan kereta api tidak dapat disimpan, sehingga apabila jasa angkutan pada saat itu digunakan maka jasa angkutan ini haruslah dipakai secara total. Jadi apabila jasa angkutan ini diproduksi dan tidak digunakan, maka jasa ini akan hilang dengan sendirinya. Perusahaan angkutan kereta api pada umumnya berbentuk monopoli yang dikuasai oleh pemerintah, hal ini disebabkan karena :
1. Jasa angkutan ini dibutuhkan oleh masyarakat banyak dan merupakan alat transportasi massal.
2. Dapat mengangkut barang-barang kebutuhan pokok masyarakat.
3. Membutuhkan modal untuk investasi yang sangat besar dan semua sarana maupun prasarananya diusahakan sendiri oleh perusahaan kereta api yang bersangkutan.
Besar kecilnya penghasilan operasi perusahaan kereta api sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :
1. Kapasitas tempat duduk terisi penuh.
2. Berbagai jenis barang terangkut penuh, terutama jenis golongan barang dengan tarif tinggi.
3. Volume muatan yang besar.
4. Jarak yang ditempuh, semakin jauh maka semakin efisien.
C. Organisasi dan Sistem Perkeretaapian
1. Organisasi Perusahaan Kereta Api
Mengingat bahwa lingkup dari kegiatan operasional kereta api sangat luas, dan tersebar ke seluruh wilayah, maka diperlukan pula organisai yang komplek yang menangani kegiatan operasi kereta api. Kegiatan operasi kereta api meluas secara horizontal dalam bentuk luasnya lingkup pelayanan kepada masyarakat dan luasnya wilayah operasi. Sedangkan kegiatan operasi kereta apai dapat meluas secara vertikal karena perusahaan kereta apai memiliki unit-unit pelaksana yang harus melakukan pengoperasian, pemeliharaan, dan pengawasan peralatan yang demikian banyak ragam dan jenisnya, sehingga memenuhi persyaratan beroperasi dengan lancer, aman, dan efisien. Oleh karena itu, dalam pengelolaan kereta api diperlukan tenaga kerja yang ahli dan terlatih guna menunjang kelancaran dan kesuksesan transportasi dengan kereta api.
2. Sistem Manajemen Perkeretaapian
Manajemen perkeretaapian harus mampu memperkirakan kebutuhan, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian angkutan kereta api agar sasaran transportasi dalam kurun waktu tertentu dengan menggunakan kereta api dapat tercapai.
D. Kerata Api Barang dan Penumpang
1. Kerata Api Barang
Peranan kereta api dalam angkutan barang diusahakan untuk lebih ditingkatkan, karena sampai saat ini kereta api masih memiliki beberapa kekurangan dalam kaitannya dengan pengangutan dan pengiriman barang. Salah satu kekurangan yang dimiliki oleh kereta api dalam hal ini adalah karena banyaknya handling yang harus dilakukan, sehingga menyebabkan kereta api selalu kalah dengan truk. Masalah lain yang muncul adalah ketika terjadi proses angkutan barang dalam jumlah yang banyak dan beragam jenisnya. Sehinggan terjadi beberapa permasalahan dalam pengaturan gerbong rangkaian kereta api.
2. Kereta Api Penumpang
Kereta penumpang adalah fasilitas operasi yang menerima kemajuan teknologi yang cukup pesat. Sehingga kereta api penumpang pada beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang sangat bagus. Untuk melayani angkutan dalam kota atau disekitarnya, kereta api dilengkapi dengan tenaga penggerak yang sering dioperasikan pada angkutan dalam kota, seperti kereta listrik dan kereta diesel.
E. Perencanaan Operasi
Dalam rangka memenuhi permintaan pasar guna memberikan pelayanan yang baik, maka angkutan perkeretaapian dihadapkan pada beberapa tantangan jasa angkutan yang lain. Oleh karena itu, tantangan ini perlu untuk dijawab
dengan melalui pendekatan yang lebih integrative, dengan melihat bahwa pasar sebagai titik sentral yang harus segera diselesaikan.
Bagi PT KAI Persero, pasar angkutan kereta api dapat dibagai menjadi tiga bagian, yaitu pasar yang sudah ada (pasar aktual), pasar karena tugas pemerintah (Jabotabek), dan pasar yang telah dikembangkan (angkutan baja, angkutan batu bara, angkutan klinker). Oleh karena itu, dari segi lalu lintas ditentukan berdasarkan jumlah barang dan jumlah penumpang yang akan diangkut. Selain itu, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan perencanaan operasi kereta api, yaitu
1. Pasar
Pasar yang dilayani sangat menentukan pembagian waktu keberangkatan, kedatangan, kecepatan yang diinginkan, kenyamanan, ketepatan waktu, pelayanan pra dan purna naik kereta api. Sedangkan untuk angkutan barang ditentukan oleh kapasitas angkutan, tingkat kehilangan/kerusakan, dan tingkat sampainya barang di tempat tujuan. Adapun pengkajian pasar dapat meliputi beberapa hal, antara lain :
a. Peluang usaha dihadapkan kepada pesaing.
b. Kerja sama antarmoda transportasi/rekan kerja.
c. Tarif angkutan.
d. Penyediaan jasa transportasi yang dipengaruhi oleh teknologi, strategi operasi, persyaratan institusi dan hambatannya, dan tingkah laku pengusaha.
2. Sarana Kereta Api
Sarana dari kereta api terdiri dari lokomotif sebagai alat penarik rangkaian (gerbong/kereta), dan daya muat, kekuatan gerbong/kereta. Yang perlu untuk dikaji dalam penggunaan sarana kereta api adalah mengenai :
a. Sumber energi alat penarik, karena menyangkut efisiensi konversi, kekuatan traksi, kecepatan dan biaya operasi.
b. Kapasitas angkut, dan daya muat.
c. Kecepatan bongkar/muat.
d. Kecepatan sarana dan daya tarik lokomotif.
3. Prasarana Kereta Api
Prasarana yang paling utama bagi kelancaran transportasi dengan menggunakan kereta api adalah jaringan jalan kereta api yang terdiri dari rel, bantalan, jembatan, signals, navigasi, telekomunikasi, ruang kontrol, palang pintu, terminal, stasiun, dan gudang ataupun depo. Dalam pemanfaatan prasarasan kereta api, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu :
a. Peningkatan kenyamanan
• Melakukan peningkatan kualitas jalan kereta api serta penyediaan dana untuk rehabilitasi yang cukup.
• Meningkatkan kualitas perawatan rutin terhadap jalan kereta api.
• Rehabilitasi jalan kereta api yang diprioritaskan pada lintas-lintas yang diperlukan untuk pengurangan waktu tempuh.
b. Peningkatan fasilitas
Yaitu dengan memanfaatkan secara optimal fasilitas yang dimiliki, baik itu Perumka, Dipo mekanik, dll yang masih saling terkait.
c. Mekanisasi perawatan
• Memperluas daerah atau lintas yang dapat dirawat secara mekanisasi penuh.
• Meningkatkan mesin-mesin perawatan jalan KA dengan penyediaan window time yang memungkinkan.
• Efisiensi dalam mekanisasi perawatan dengan adanya pengorganisasian yang mantap.
d. Peningkatan kondisi jalan rel
Yaitu dengan disusunya program peningkatan jalan rel melalui rehabilitasi beberapa lintas.
e. Investarisasi dan pemanfaatan asset tanah dan banguan
f. Alih teknologi sistem perawatan
4. Sarana/Prasarana Bantu Operasional
Sarana dan prasarana bantu operasional yang diperlukan untuk mendukung kelancaran jalanya transportasi dengan kereta api antara lain :
a. Sistem signal, telekominikasi dan komputer.
b. Pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana maupun tenaga kerja dengan dukungan dari sistem inventori dan rekan kerja yang baik yang berfungsi untuk menekan biaya pemeliharaan.
F. Kualitas Pelayanan
Semakin meningkatnya pendapatan masyarakat dan tersediaanya beragam moda transportasi, menuntut adanya peningkatan kualitas pelayanan yang menyangkut keselamatan, ketepatan waktu, kemudahan, kenyamanan, kecepatan, energy, dan produktivitas dari ketera api. Adapun untuk penjelasannya adalah sebagai berikut :
1. Keselamatan Perjalanan dan Keadaan
Yaitu dengan semakin diperkecilnya ganguan dan risiko bagi penumpang atau barang selama menggunakan kerta api baik dari awal perjalanan hingga sampai ke tempat tujuan.
2. Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga pengaturan waktu yang terencana sangat diperlukan. Hal ini dapat dimulai dari dengan adanya program sadar waktu sebagai salah satu ciri dari masyarakat yang maju.
3. Kemudahan Pelayanan
Kemudahan pelayanan dimaksudkan agar semua pihak dapat dengan mudah dilayani dengan baik dan memuaskan. Hal ini menyangkut kemudahan dalam mendapatkan karcis, informasi, ruang duduk, dll.
4. Kenyamanan
Kenyamanan disini menyangkut kebersihan, kebisingan, geronjalan, goyangan, dll. Beberapa elemen yang mendukung kenyamanan adalah sebagai berikut :
• Kapasitas penumpang tiap kereta.
• Akomodasi dan ergonomi tempat duduk.
• Temperatur dan eliminasi.
• Kenyamanan perjalanan.
• Penampilan dan kebersihan.
5. Kecepatan
Sebagaimana diketahui sesuatu jenis angkutan untuk menginkatkan kecepatan sangat terkait dengan biaya energy, tingkat keselamatan perjalanan, biaya perawatan, dan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu, berkaitan dengan hal tersebut, maka penyediaan transportasi yang cepat dan aman menjadi tantangan bagi pengelola perkeretaapian.
6. Energi
Energi merupakan suatu sarana untuk mengembangkan kesejahteraan dan kemajuan bagi manusia. Dengan adanya perkembangan teknologi, maka perusahaan penyedia jasa perkeretaapian dituntut untuk mmpu memberikan pelayanan yang berbasis pada kegiatan operasi hemat energi.
7. Peningkatan Produktivitas
Pengembangan usaha selalu membuktikan suatu peningkatan produktivitas yang sejalan dengan usaha dalam meningkatkan kapasitas sesuai peluang atau potensi pasar yang dihadapi. Produktivitas diupayakan untuk dijalankan secara efektif dan efisien yang sejalan dengan pangsa pasar yang dipikulnya.
Langganan:
Postingan (Atom)